Diary

Untuk Wanita Yang Ku Cinta

Latar belakang dari puisi ini adalah sebuah perasaan utuk menerima takdir apapun yang sudah Allah rencanakan pada hambanya. Tapi untuk menerima takdir itu harus melewati perjalanan yang disebut perjuangan.

Untuk memahami makna cinta sebenarnya harus memahami rasa sakit dan penderitaan terlebih dahulu. Dengan merasakan itu, kita akan tahu sikap apa yang harus dilakukan untuknya.

Aku hanya ingin mencintaimu dengan cara yang tidak biasa-biasan saja. Semakin sulit mendapatkan hatimu semakin aku sadar bahwa cinta itu bukanlah hal sederhana ” aku suka kamu suka” tapi jauh dari itu ada sebuah pengorbanan.

Untuk Wanita Yang Ku Cinta

Untuk kamu wanita yang ku cinta.
Jangan mudah berikan hatimu untukku.
Atas kebaikan & perhatian yang ku berikan padamu.
Meskipun kau tahu, aku tulus mencintaimu.
Dan hanya kamu yang ku perlakukan seperti itu.

Harus kau ingat, ada hati yang harus kau jaga.
Yaitu jodohmu, semoga saja itu aku.
Kau boleh percaya dengan kesunggunanku.
Tapi jangan menaruh harapan berlebih padaku.
Aku takut engkau kecewa, cukup aku saja, jika nanti kita ditakdirkan tidak untuk bersama.

Aku mencintaimu dengan belajar memahami rasa sakit darimu dan memahami penderitaanmu.
Terus berjuang dengan segala sikapmu padaku.
Semua itu agar aku mengerti arti sebuah perjuangan.
Aku tidak ingin engkau terjebak dalam dosa karena cinta yang belum waktunya.
Disisi lain, aku belajar untuk lebih dewasa dari perjuangan menghalalakanmu.

Semakin aku mengerti lelahnya berjuang
Semakin aku mengerti rasa sakitnya
Semakin aku mengerti penderitaannya.
Semakin aku mengerti, cara mencintaimu.

Sampai dimana titik engkau yang menentukan
Memilih dan membalas cinta untuk hidup bersamaku atau pergi dan berlalu.
Saat itulah aku berhenti berjuang dan berhenti mengharapkanmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button